JEDDAH, Arab Saudi — Persaingan perebutan gelar Saudi Pro League 2025/26 meledak menjadi kontroversi besar. Striker Al-Ahli asal Inggris, Ivan Toney, secara terbuka menuduh para wasit di liga tersebut sengaja memihak Cristiano Ronaldo dan Al-Nassr dalam perburuan titel musim ini. Tudingan itu langsung disambut rekan setimnya, winger Brasil Galeno, yang bahkan menyebut liga “ingin menyerahkan trofi kepada satu orang.”
Kontroversi ini menjadi yang paling panas sepanjang musim Saudi Pro League 2025/26 — dan berpotensi mengubah nasib perebutan gelar yang kini memasuki fase-fase paling krusialnya.
Awal Mula: Al-Ahli Seri Kontroversial, Tiga Penalti Tak Diberikan
Semua bermula dari laga pekan ke-29 Saudi Pro League antara Al-Ahli melawan Al-Fayha pada Rabu (8/4/2026). Al-Ahli yang tengah memburu posisi puncak hanya mampu bermain imbang 1-1. Toney memang mencetak gol ke-27-nya musim ini — memecahkan rekor gol semusim Al-Ahli — namun hasil itu justru jauh dari yang dibutuhkan timnya.
Yang membuat kubu Al-Ahli murka bukan sekadar seri-nya, melainkan serangkaian keputusan wasit yang mereka anggap sangat merugikan. Toney mengklaim setidaknya tiga situasi handball dan pelanggaran jelas yang seharusnya berujung penalti tidak diberikan wasit — bahkan setelah ditinjau ulang melalui VAR.
Puncaknya terjadi di menit ke-98: seorang bek Al-Fayha terlihat jelas menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. VAR dipanggil, namun wasit tetap kukuh pada keputusannya. Al-Ahli gagal membalikkan keadaan.
Hasil ini membuat Al-Ahli tertinggal empat poin dari Al-Nassr yang bercokol di puncak dengan 70 poin, sementara Al-Nassr masih menyimpan satu pertandingan yang belum dimainkan.
Toney Meledak: “Wasit Suruh Kami Fokus ke AFC, Bukan Liga”
Usai peluit akhir, Toney langsung berbicara blak-blakan dalam sesi wawancara pasca pertandingan. Ia tidak hanya memprotes keputusan wasit, tetapi juga mengungkap sesuatu yang jauh lebih mengejutkan.
“Dua dari situasi ini masuk ke VAR dan satu tidak. Sungguh gila bagaimana kamu bisa melewatkan hal-hal seperti ini di momen krusial, atau memilih untuk memejamkan mata. Dan tanpa mengatakan terlalu banyak yang mungkin membuatku bermasalah, sudah jelas apa yang sedang dipengaruhi di sini.”
— Ivan Toney, striker Al-Ahli, lewat Instagram Stories
Hal yang paling menggemparkan adalah klaim Toney bahwa wasit keempat (fourth official) menyuruh para pemain Al-Ahli untuk “fokus ke turnamen AFC Champions League” — bukan pada liga — saat VAR sedang berjalan di belakang mereka.
“Wasit memberitahu kami untuk fokus ke AFC [Champions League]. Bagaimana wasit bisa berkata begitu? Kami sedang berbicara tentang sekarang dan dia menyuruh fokus ke AFC.”
— Ivan Toney, dalam wawancara pasca pertandingan
Ketika ditanya siapa yang diuntungkan oleh keputusan-keputusan tersebut, Toney hanya tertawa dan berkata: “Kita semua tahu. Siapa yang sedang kita kejar?” — sebuah sindiran terang-terangan kepada Al-Nassr dan Ronaldo.
Galeno Lebih Keras: “Serahkan Saja Trofinya, Mereka Mau Kasih ke Satu Orang”
Rekan setim Toney, winger Brasil Galeno, bahkan lebih eksplisit dalam tudingannya. Lewat akun X (Twitter) pribadinya, ia menulis dalam bahasa Portugis:
“Serahkan saja trofinya, itulah yang mereka inginkan. Mereka ingin menyingkirkan kami dari perebutan gelar dengan segala cara. Mereka ingin memberikan trofi kepada satu orang. Sungguh tidak menghormati klub kami.”
— Galeno, pemain Al-Ahli, via X (Twitter)
Meski Galeno tidak menyebut nama secara langsung, frasa “satu orang” secara luas ditafsirkan sebagai sindiran kepada Cristiano Ronaldo — bintang Al-Nassr yang belum sekalipun meraih gelar resmi sejak bergabung dengan klub Riyadh itu pada 2023.
Al-Ahli Keluarkan Pernyataan Resmi, Minta Rekaman Komunikasi VAR Dibuka
Tidak berhenti di level pemain, manajemen Al-Ahli secara kelembagaan juga angkat bicara. Klub mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan “ketidakpuasan mendalam” atas keputusan-keputusan wasit dalam laga tersebut.
Dalam pernyataan itu, Al-Ahli secara eksplisit menuntut:
- Federasi merilis rekaman audio komunikasi antara wasit dan tim VAR sepanjang pertandingan.
- Penjelasan tertulis atas setiap keputusan wasit yang dinilai keliru.
- Investigasi menyeluruh atas prosedur seleksi wasit yang dinilai bermasalah.
Pernyataan Al-Ahli itu juga ditandai dengan kutipan dari pelatih kepala mereka, Matthias Jaissle, yang membenarkan klaim pemainnya bahwa wasit memang menyuruh mereka fokus ke turnamen AFC — bukan liga yang sedang mereka perjuangkan.
Bukan Hanya Al-Ahli — Al-Hilal Pun Ikut Protes
Yang menarik, Al-Ahli ternyata bukan satu-satunya klub yang merasa dirugikan. Al-Hilal, pesaing utama Al-Nassr di posisi kedua klasemen, juga mengalami insiden serupa. Gelandang mereka, Ruben Neves — yang juga rekan setim Ronaldo di timnas Portugal — sempat mengeluarkan video di mixed zone sebagai bukti pelanggaran yang menurutnya seharusnya dihukum dalam pertandingan Al-Hilal yang berakhir imbang 2-2 melawan Al-Taawoun.
Fakta bahwa kedua tim yang bersaing dengan Al-Nassr di papan atas — Al-Ahli dan Al-Hilal — sama-sama memprotes kepemimpinan wasit dalam waktu yang hampir bersamaan semakin memperkuat narasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam perwasitan liga musim ini.
Posisi Klasemen Saudi Pro League 2025/26 dan Konteks Gelar Perdana Ronaldo
Kontroversi ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih besar. Ronaldo bergabung ke Al-Nassr pada Januari 2023 dengan ekspektasi besar — membawa gelar bergengsi ke klub. Namun hingga musim ini, ia belum sekalipun meraih trofi resmi bersama Al-Nassr.
Musim 2025/26 adalah peluang emas yang paling nyata sejauh ini. Berikut posisi klasemen Saudi Pro League per pekan ke-29:
| Posisi | Klub | Main | Poin | Selisih |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Al-Nassr (Ronaldo) | 27* | 70 | — |
| 2 | Al-Hilal | 29 | 68 | -2 |
| 3 | Al-Ahli (Toney) | 29 | 66 | -4 |
Dengan sisa tujuh pertandingan dan satu laga yang masih tersimpan, Al-Nassr berada di posisi paling diuntungkan. Ironisnya, kondisi inilah yang justru memantik kecurigaan kubu Al-Ahli dan Al-Hilal.
Ancaman Sanksi untuk Toney — Tapi Hanya Denda, Bukan Larangan Bermain
Pernyataan-pernyataan pedas Toney dan Galeno langsung memantik penyelidikan dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Pasal 5/50 regulasi SAFF menyebut bahwa pernyataan yang meragukan integritas perwasitan dapat diganjar sanksi larangan bermain hingga 12 bulan plus denda hingga 300.000 riyal (sekitar Rp1,2 miliar).
Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Toney dan Galeno tidak akan diskors. Sumber hukum mengonfirmasi keduanya hanya akan dikenai sanksi finansial. Hal ini terjadi setelah Komite Wasit meninjau rekaman audio dan menyatakan tidak menemukan bukti yang mendukung klaim bahwa wasit meminta Al-Ahli fokus ke AFC.
Menariknya, tiga klub PIF besar lainnya — Al-Nassr, Al-Hilal, dan Al-Ittihad — dilaporkan turut mengintervensi agar Toney tidak dijatuhi sanksi skorsing panjang. Alasannya sederhana: mereka tidak ingin laga Al-Ahli vs Al-Nassr pada 28 April mendatang kehilangan daya pikat.
Faktor PIF: Satu Tuan di Balik Empat Klub Rival
Ada satu fakta yang membuat kontroversi ini semakin ironis: Al-Nassr, Al-Hilal, Al-Ahli, dan Al-Ittihad — empat tim teratas Saudi Pro League — semuanya dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF), dana kekayaan negara Arab Saudi. Artinya, semua pihak yang “berseteru” dalam kontroversi wasit ini sesungguhnya berada di bawah satu atap yang sama.
Situasi ini memunculkan pertanyaan yang jauh lebih dalam: apakah pengelola liga memiliki kepentingan tertentu dalam menentukan siapa yang meraih gelar — terutama mengingat nilai promosi global yang dibawa nama Ronaldo jika ia akhirnya juara Saudi Pro League?
Satu hal yang pasti: Saudi Pro League 2025/26 tidak akan sepi dari drama hingga peluit panjang pertandingan terakhir. Dan apapun yang terjadi di sisa musim ini — apakah Ronaldo akhirnya mengangkat trofi atau tidak — perdebatan soal integritas liga ini sudah terlanjur mengakar dan tidak akan mudah padam. (Red)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Mengapa Ivan Toney menuduh wasit Saudi Pro League memihak Ronaldo?
Toney menuduh wasit berpihak kepada Al-Nassr setelah Al-Ahli ditahan imbang 1-1 oleh Al-Fayha. Ia mengklaim dua penalti jelas tidak diberikan wasit, bahkan wasit disebut menyuruh pemain Al-Ahli untuk fokus ke turnamen AFC daripada liga saat VAR sedang berjalan.
Apa yang dikatakan Galeno soal trofi Saudi Pro League untuk Ronaldo?
Galeno, winger Al-Ahli asal Brasil, menulis di X (Twitter) bahwa liga “ingin menyerahkan trofi kepada satu orang” — sebuah sindiran terang-terangan yang oleh publik ditafsirkan merujuk kepada Cristiano Ronaldo dan Al-Nassr.
Apa tuntutan resmi Al-Ahli ke federasi sepak bola Arab Saudi?
Al-Ahli secara resmi meminta federasi merilis rekaman audio komunikasi antara wasit dan tim VAR, serta penjelasan tertulis atas setiap keputusan wasit yang dinilai keliru sepanjang laga melawan Al-Fayha.
Bagaimana posisi klasemen Saudi Pro League 2025/26 saat ini?
Al-Nassr memimpin dengan 70 poin dari 27 laga, unggul dua poin atas Al-Hilal (68 poin) dan empat poin atas Al-Ahli (66 poin). Al-Nassr masih menyimpan satu pertandingan sisa yang belum dimainkan.
Apakah Ivan Toney terancam sanksi setelah pernyataannya tentang wasit?
Ya, pernyataan Toney memicu penyelidikan SAFF. Namun sumber hukum mengonfirmasi bahwa Toney dan Galeno tidak akan dijatuhi sanksi skorsing — keduanya hanya akan dikenai sanksi finansial (denda).
Sudah berapa gelar yang diraih Ronaldo bersama Al-Nassr?
Hingga musim ini, Ronaldo belum sekalipun meraih gelar resmi bersama Al-Nassr sejak bergabung pada Januari 2023. Saudi Pro League 2025/26 adalah peluang paling nyata pertamanya untuk mengangkat trofi bersama tim tersebut.
Tags: #Ronaldo #AlNassr #IvanToney #Galeno #AlAhli #SaudiProLeague #WasitControversi #VAR #SepakBola #Liga Arab Saudi





